Sekarang adalah Era Globalisasi &
Postmodern. Sebelumnya adalah Era Modern. Sebelumnya
lagi: Era Feodal. Pada Era Feodal, bukan cuma di Indonesia, tapi hampir merata di seluruh Negara, Bangsa, dan Budaya yang ada di Dunia, Pernikahan (Marriage) adalah
Bisnis Keluarga (Family Business) dan Urusan Keluarga (Family Matters). Kedua Keluarga sepakat menyatukan Putra
dan Putrinya dalam sebuah ikatan Pernikahan (Marriage) dan mengikat Kedua Keluarga dalam Ikatan
yang membawa Manfaat (Benefit) bagi Kedua Keluarga tersebut, baik secara
Ekonomi, Status Sosial maupun Garis Keturunan.
Konsep Cinta Romantis (Romantic Love) sama sekali tidak ada dan tidak dikenal pada masa lalu.
Pada akhir Era Feodal,
terjadi Revolusi. Lahirlah Konsep Demokrasi &
Liberalisme, dimana tiap Individu dianggap bebas untuk berhak dan berhak untuk bebas, dalam memilih, menentukan, dan memutuskan berbagai aspek yang berhubungan dengan perihal hidup dan kehidupannya sendiri baik dalam: Mata Pencaharian,
Profesi, maupun Pasangan Hidup.
Nilai-nilai Demokrasi & Liberalisme terus Berlanjut (Continue) dan
Berangsung (Sustainable) sampai detik ini di Era Globalisasi & Postmodern.
Lahirlah Konsep Cinta
Romantis (Romantic Love) sebagai sebuah tata etika antar Individu dalam
Masyarakat untuk Memilih, Menentukan, dan Memutuskan Pasangan Hidup dan bersama-sama mengikatkan diri dalam ikatan Pernikahan (Marriage)
Saat ini, hampir di
seluruh belahan dunia, Cinta Romantis (Romantic Love) adalah sebuah prasyarat
(prerequisite) dan prakondisi (precondition) dari sebuah ikatan Pernikahan
(Wedding) antara Seorang Pria dan Seorang Wanita yang akan membentuk Keluarga
(Family).
Family (Keluarga)
berakumulasi jadi Masyarakat (Society). Seterusnya, Masyarakat (Society) tersusun jadi Bangsa (Nation), yang
kemudian bentuk Negara (State), dan pada
akhirnya Dunia (World).
Sehingga, dipastikan Cinta Romantis (Romantic Love) adalah
Dasar-dari-segala-Dasar yang memastikan Keberlanjutan (Continuity) dan Keberlangsungan
(Sustainability) dari Peradaban (Civilization) Manusia Modern di Era
Globalisasi & Postmodern ini sampai seterusnya.
Dari Family (Keluarga) juga akan lahir anak-anak sebagai penerus generasi Species Manusia.
Berbeda dengan species
lain yang hanya berkembangbiak tanpa pelembagaan ikatan, Species Manusia
(Homo Sapiens) mengenal Pernikahan (Wedding) sebagai sebuah bentuk pelembagaan ikatan antara 2 Individu Berbeda Jenis
Kelamin: 1 Jantan (Male) dan 1 Betina (Female).
Pada Species Lain selain Manusia, Anak-anak yang lahir dari Proses
Perkembangbiakan antara 1 Jantan (Male) dna 1 Betina (Female), hanya berada dalam pengawasan,
penjagaan, perawatan, dan pemeliharaan Ibunya
sendiri atau berdua dengan Ayahnya sampai pada umur tertentu dimana Anak tersebut sudah
mampu untuk hidup mandiri (Independent) dengan mencari makan, melindungi diri, dan mencari pasangannya sendiri, untuk
kemudian berkembang-biak. Dan siklus sama akan berulang untuk pastikan Keberlanjutan (Continuity) dan Keberlangsungan (Sustainability) Species tersebut.
Namun, Anak-anak Species
Manusia terus terhubung dengan Ayah dan Ibunya seumur hidupnya, sedari dalam kandungan
rahim ibunya, kemudian penjagaan, pengawasan, dan pemeliharaan Kedua Orang
Tuanya, sampai pengasuhan pada masa Remaja, hingga akhirnya Mandiri sebagai
Individu Dewasa, untuk kemudian membentuk lagi ikatan Pernikahan (Marriage).
Individu Manusia tetap terhubung
dengan Keluarga (Family). Keluarga
(Family) terbentuk dari Pernikahan (Marriage) yang berdasarkan pada Romantic
Love (Cinta Romantis) awalnya dan mulanya.
Sehingga, dipastikan Cinta Romantis (Romantic Love) adalah
Dasar-dari-segala-Dasar yang memastikan Keberlanjutan (Continuity) dan Keberlangsungan (Sustainability) dari Evolusi (Evolution) Species Manusia sejak Era Globalisasi &
Postmodern ini sampai seterusnya.
Akhirnya, Cinta Romantis
(Romantic Love) adalah Dasar-dari-segala-Dasar Pemastian Keberlanjutan
(Continuity) dan Keberlangsungan (Sustainability) dari Peradaban (Civilization)
dan Evolusi (Evolution) Umat Manusia dari detik ini sampai seterusnya &
selama-lamanya hingga akhir waktu.
Cinta adalah Manusia. Manusia adalah Cinta.
Cinta & Manusia itu Satu dan Tidak Terpisahkan.
Menjadi Manusia adalah Mencinta dan Dicinta.
Asal Manusia dimulai dari Cinta. Tulisan ini diakhiri dengan Usul: Cinta harus
Di-Pelajari, Di-Mengerti, dan Di-Fahami dengan Benar, agar dapat Di-Laku-kan dan Di-Rasa-kan, Di-Beri dan
Di-Terima dengan Sebenarnya dan Seharusnya.
Terus ikuti Artikel-Artikel WOMEN MAGNET
sebagai Inspirasi dan Aspirasi Perjuangan Anda Meraih dan Menggapai Cinta
Sejati yang Anda Inginkan dan Impikan.
Peter Rave
-Founder & Coach WOMENMAGNET.com-
Twitter: @peterrave
,
WOMEN MAGNET
Sekolah Pelatihan
Cinta, Kencan, dan Hubungan Asmara untuk Pria
Twitter: @womenmagnetinfo
Facebook: www.Facebook.com/WomenMagnet
Dimuat: Booze Magazine Edisi Online -11-03-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar