Selasa, 12 Maret 2013

Sekolah Cinta: Pelajaran Pertama


“Tanpa Cinta, kecerdasan itu Berbahaya, dan tanpa Kecerdasan, Cinta itu Tidak Cukup”
-Film ‘Habibie & Ainun’ (2012)-

Film ‘Habibie & Ainun’ adalah film paling fenomenal dalam sejarah film Indonesia. Hanya 14 hari sejak tayang perdana sudah tembus 2.1 juta penonton. Update terbaru ‘Habibie & Ainun’ telah cetak 4.2 juta penonton, dan hampir pasti jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa melewati ‘Laskar Pelangi’.

Habibie & Ainun’ adalah Film Drama Cinta Romantis (Romantic Love) yang menceritakan kisah Cinta Presiden RI ke-3 BJ Habibie dengan mendiang istrinya Ainun Habibie secara lengkap, mulai dari Kenalan, PDKT, Pacaran, Nikah, Berkeluarga, sampai Wafatnya Ainun. Bagi yang sudah nonton film ini, pasti sepakat bahwa film ini amat romantis, dan penuh dengan idealisme Cinta Romantis (Romantic Love) yang diimpikan dan diinginkan setiap orang baik Pria, Wanita, Tua maupun Muda.

Idealisme Cinta Romantis (Romantic Love) antara seorang Pria dan Wanita yang sama-sama leburkan dirinya dalam Cinta Sejati yang Abadi sampai Maut pisahkan, pasti diinginkan dan diimpikan siapapun. Pastinya inilah hal yang menyebabkan, Film bertema Cinta Sejati semacam ‘Habibie & Ainun’ begitu disukai, digemari, bahkan digilai oleh setiap orang bukan saja di negeri ini tapi juga dunia!

Hal ini terbukti dari Blockbuster Of All Time yang anteng digenggam ‘Titanic’ selama 12 tahun sejak peluncurannya pada tahun 1997, sampai dilewati ‘Avatar’ pada tahun 2009. Namun, pada akhirnya Cinta tetap menang. Film Drama Cinta Romantis ‘Gone With The Wind’ yang dirilis tahun 1936 tetap tercatat sebagai Blockbuster Of All Time apabila Faktor Inflasi dimasukkan kedalam perhitungan.

Begitu Indah dan Berharganya Cinta. Betapa Setiap Manusia Inginkan Cinta. Cinta yang Romantis.

Cinta Romantis (Romantic Love) antara Seorang Pria dan Seorang Wanita adalah Asal-Muasal dari Segala Jenis Cinta Yang Ada dalam Dunia dan Kehidupan Manusia. Seorang Pria dan Seorang Wanita yang saling jatuh dalam perasaan dan pengalaman Cinta Romantis (Romantic Love) bentuk Keluarga (Family). Bertransformasilah Cinta Romantis (Romantic Love) jadi Cinta dalam Keluarga. Keluarga bentuk Masyarakat. Masyarakat bentuk Negara. Negara bentuk Dunia.

Cinta Romantis (Romantic Love) antara Seorang Pria dan Wanita sebenarnya dan sesungguhnya adalah Dasar, adalah Fundamen, adalah Sumber-Dari-Segala-Sumber Cinta yang ada di Dunia ini.

Namun Mimpi Cinta Romantis (Romantic Love) yang begitu indah dan ideal ala Film ‘Habibie & Ainun’ seakan hanya melulu jadi Mimpi tanpa pernah terwujud dalam Kehidupan Sebagian Besar Orang Di Dunia Ini, baik yang Masih Hidup di detik ini maupun yang Pernah Hidup ratusan tahun silam.

Tinjau Sejarah, dari Zaman Kuno ke Modern, dari Indonesia sampai Dunia. Begitu banyak akumulasi Sedih, Kecewa, Sakit Hati, Putus Asa, Darah, juga Nyawa tertumbalkan Demi Cinta, Atas Nama Cinta.

Di India, Rama dan Rawana perang demi Cinta Sinta. Di Yunani, Perang Trojan karena rebutan Cinta Helen. Di Roma, karena Cinta Segitiga para pemimpin pada Cleopatra, negeri itu luluh lantak oleh Perang Saudara. Di Jawa, Ken Arok bunuh Tunggul Ametung untuk rebut Cinta Ken Dedes, dan pertumpahan darah terus nodai negeri sampai beberapa generasi berikut. Di China, Kaisar Tebaik selama 5000 tahun Sejarah China, Tang Minghuang yang berhasil bawa China ke Puncak Kejayaannya pada Era Kai Yuan (713-741) rebut Yang, istri putra kandungnya untuk dijadikan Selir, dan hampir kehilangan tahta karena pemberontakan yang libatkan salah satu kerabat dekat Selir Yang.

Tragis dan Ironis. Itulah Cinta yang akhirnya Salah  
Cinta yang Benar seharusnya menjadi Energi yang Kreatif, Memberdayakan, dan Memelihara.  
Cinta yang Salah sebaliknya menjadi Energi yang Destruktif, Melemahkan, dan Menghancurkan.

Sampai detik ini, masih terus dan terus masih berbagai Media, baik Cetak, Elektronik, maupun Internet, beritakan begitu banyak Pembunuhan dan Percobaan Pembunuhan, Percobaan Bunuh Diri atau Bunuh Diri yang berhasil karena Cinta yang gagal Didapatkan, Diraih, Dicapai, dan Dipertahankan.

Begitu banyak Cinta Segitiga, Perselingkuhan dan Perceraian yang melanda tidak saja Negeri ini, tapi juga Seluruh Dunia. Tua, Muda, Kaya, Miskin. Kepala Negara, Selebriti, Seniman, bahkan Pemuka Agama, sampai Rakyat Jelata, tidak ada yang Kebal dari Cinta yang Salah, dan Kesalahan Cinta.

Cinta yang seharusnya begitu Indah menjadi begitu Menyeramkan. 
Cinta menjadi begitu Rumit, Kusut. Cinta menjadi begitu Melelahkan dan Menyakitkan.

Lelah Hati ini Meyakinkanmu, Cinta Ini Membunuhku
-Lagu: Cinta Ini Membunuhku, D’Masiv (2008)-

Cinta seharusnya dipelajari, dan memang dapat dipelajari.  
Kehidupan Setiap Orang berputar pada 2 Kutub Utama: Cita-Cita dan Cinta.  
Untuk Cita-Cita, sudah tak tebilang banyaknya Sekolah untuk wujudkan Cita-Cita apapun yang Kita inginkan, apakah mau jadi Dokter, Insinyur, Wirausahawan, Matematikawan, bahkan sampai Agamawan, semua tersedia Sekolah sesuai Cita-Cita yang diimpikan.

Namun untuk Cinta, tidak ada Sekolah Cinta.  
Padahal, Seharusnya Cinta itu Hal Terpenting yang harus Dipelajari, Dimengerti, dan Dipahami, agar Setiap Kita dapat dimungkinkan dan dimampukan untuk meraih Cinta yang kita inginkan.

Cinta Romantis (Romantic Love) yang merupakan Asal-Muasal dan Sumber-Dari-Segala-Sumber dari Seluruh Cinta yang ada dalam Dunia dan Kehidupan Manusia, harus jadi yang Pertama dan Terutama dipelajari. Sekolah Cinta adalah Suatu Keharusan dan Suatu Keniscayaan yang harus Ada di Dunia ini.

Tulisan Ini adalah Tulisan Pertama dari Seri Tulisan-Tulisan berikutnya yang akan jadi bab-demi-bab dari Sekolah Cinta. Sekolah Cinta yang akan buat setiap Kita lebih mengerti, memahami, dan menjiwai Hakikat, Arti, dan Makna Cinta sebenarnya. Cinta yang Kreatif, Memberdayakan, dan Memelihara.

Cinta yang Benar, Cerdas, seperti diteladankan Tuhan awalnya. Agar Dunia dan Manusia terus Lestari. Romantis dan Dramatis. Itulah Cinta Seharusnya dan Sebenarnya..

“Love is the only sane and satisfactory answer to the problem of human existence”
-Buku: The Art of Loving, Penulis: Erich Fromm (1956)-

Peter Rave 
-Founder & Coach WOMENMAGNET.com- 
Twitter: @peterrave

WOMEN MAGNET 
Sekolah Cinta, Kencan, dan Hubungan Asmara 
Twitter: @womenmagnetinfo 
Facebook: www.Facebook.com/WomenMagnet

Dimuat: Booze Magazine, Edisi Maret 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar